Internet Sehat Dan Aman
nternet
sehat dan Aman (INSAN) merupakan program nasional yang dimotori oleh
Tim Sosialisasi INSAN Kementerian Komunikasi dan Informatika yang
ditujukan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan
aman keperbagai kalangan, sehingga internet dapat memberikan manfaat
dan nilai tambah bagi masyarakat.
Maraknya kejahatan di dunia maya seperti penyebaran virus (termasuk adware, spyware, malware), berita bohong (hoax), kekerasan online, penipuan, pencurian data, penyebaran foto/video pribadi dan sebagainya merupakan bukti nyata bahwa pengguna internet harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya dan antisipasinya agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya. Demikian kata pengantar dari Ashwin Sasongko, Direktur Aplikasi Telematika, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Seminar Internet Sehat dan Aman pada tanggal 7 Pebruari 2012 di Hotel Pullman, Jakarta.
Seminar yang diselenggarakan oleh Asia Internet Coalition (AIC) (dibentuk oleh eBay, Google, Skype dan Yahoo) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dihadiri oleh perwakilan dari 58 Humas perwakilan kementerian, diadakan dalam rangka Hari Internet Sehat dan Aman Dunia pada tanggal 8 Pebruari.
Sosialisasi internet sehat dan aman dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah (pemerintah pusat, provinsi dan daerah), akademisi (sekolah, perguruan tinggi dan pengajar), komunitas (relawan TIK, Lembaga Sosial Masyarakat dan lainnya). Berinternet dengan sehat yang dimulai sejak sejak remaja sebab sebuah kekhawatiran kebiasaan jelek didunia nyata menjadi menjadi hal yang biasa di dunia maya akhirnya menjadi hal yang biasa didunia nyata. Demikian dikatakan oleh Ashwin.
Pembicara kedua adalah John Ure, Executive Director Asia Internet CoalitionJakarta. Dalam paparannya yang membahas Ekonomi Internet dikatakan bahwa Ekonomi Internet berkontribusi lewat banyak jalan yaitu: memberdayakan individu dan pengusaha, memampukan bisnis dan UKM, menciptakan pekerjaan dan kesempatan bisnis, berkontribusi kepada Perkembangan Nasional. Penggunaan internet dari sisi ekonomi dapat berkontribusi atas penciptaan lapangan kerja internet di banyak negara. Rata-rata 2X lebih banyak pekerjaan diciptakan, dihubungkan secara langsung ke internet seperti perangkat lunak rekayasa, marketer online, pekerjaan tradisional seperti logistik dan layanan pos menyediakan pembayaran online dan layanan pengiriman uang secara online. Dalam melawan penyalahgunaan internet seluruh perusahaan internet terkemuka mengatur sendiri dan mempunyai kebijakan internet untuk melawan: pornografi anak, penipuan online, peretasan (hacking) dan kejahatan cyber dan bentuk penyalahgunaan lainnya.
Pembicara Deborah Nga, APAC Child Safety Lead Public Policy and Government Affairs Google Inc menjelaskan misi dari Google adalah mengatur informasi dunia dan membuat informasi agar bisa diakses secara universal dan berguna. Dalam situs google dapat dilihat cara mengakses internet secara aman bagi keluarga di alamat www.google.co.id/intl/id/familysafety/. Strategi keamanan berinternet di dalam keluarga antara lain: mengikutsertakan orang tua dalam pemilihan situs yang aman, mendidik anak-anak tentang bangaimana tetap aman berinternet.
Situs yahoo Indonesia juga memberikan cara berinternet secara aman dapat dilihat di alamat : http://id.safely.yahoo.com/
Yahoo! Safely diluncurkan pada bulan Desember 2010 di 26 Negara dan 14 Bahasa. Konten keamanan : – Sumber global bagi orang tua, pendidik dan remaja mengenai keamanan online, meliputi topik-topik seperti mengatur reputasi digital dan belajar bagaimana mengurangi resiko pada perangkat bergerak, menampilkan konten dari para ahli keamanan anak yang terkenal di dunia. Dari pembicaraan mengenai berinternet dengan aman dan sehat beberapa tips untuk tetap aman saat online antara lain : Berpikirlah sebelum memposting (banggalah atas apa yang anda tulis dan reputasi yang anda bangun secara online), - Ambil tindakan dan laporkan kejahatan yang ada (janganlah menjadi pengamat yang pasif ), - Jika tidak tahu jangan ditujukkan (pastikan anda tahu cara mengatur privasi anda),- Hanya berbincang dengan teman yang anda kenal secara pribadi, - Berbincanglah dengan keluarga. (rg/datin/bhh/ humasristek)
Maraknya kejahatan di dunia maya seperti penyebaran virus (termasuk adware, spyware, malware), berita bohong (hoax), kekerasan online, penipuan, pencurian data, penyebaran foto/video pribadi dan sebagainya merupakan bukti nyata bahwa pengguna internet harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya dan antisipasinya agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya. Demikian kata pengantar dari Ashwin Sasongko, Direktur Aplikasi Telematika, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Seminar Internet Sehat dan Aman pada tanggal 7 Pebruari 2012 di Hotel Pullman, Jakarta.
Seminar yang diselenggarakan oleh Asia Internet Coalition (AIC) (dibentuk oleh eBay, Google, Skype dan Yahoo) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dihadiri oleh perwakilan dari 58 Humas perwakilan kementerian, diadakan dalam rangka Hari Internet Sehat dan Aman Dunia pada tanggal 8 Pebruari.
Sosialisasi internet sehat dan aman dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah (pemerintah pusat, provinsi dan daerah), akademisi (sekolah, perguruan tinggi dan pengajar), komunitas (relawan TIK, Lembaga Sosial Masyarakat dan lainnya). Berinternet dengan sehat yang dimulai sejak sejak remaja sebab sebuah kekhawatiran kebiasaan jelek didunia nyata menjadi menjadi hal yang biasa di dunia maya akhirnya menjadi hal yang biasa didunia nyata. Demikian dikatakan oleh Ashwin.
Pembicara kedua adalah John Ure, Executive Director Asia Internet CoalitionJakarta. Dalam paparannya yang membahas Ekonomi Internet dikatakan bahwa Ekonomi Internet berkontribusi lewat banyak jalan yaitu: memberdayakan individu dan pengusaha, memampukan bisnis dan UKM, menciptakan pekerjaan dan kesempatan bisnis, berkontribusi kepada Perkembangan Nasional. Penggunaan internet dari sisi ekonomi dapat berkontribusi atas penciptaan lapangan kerja internet di banyak negara. Rata-rata 2X lebih banyak pekerjaan diciptakan, dihubungkan secara langsung ke internet seperti perangkat lunak rekayasa, marketer online, pekerjaan tradisional seperti logistik dan layanan pos menyediakan pembayaran online dan layanan pengiriman uang secara online. Dalam melawan penyalahgunaan internet seluruh perusahaan internet terkemuka mengatur sendiri dan mempunyai kebijakan internet untuk melawan: pornografi anak, penipuan online, peretasan (hacking) dan kejahatan cyber dan bentuk penyalahgunaan lainnya.
Pembicara Deborah Nga, APAC Child Safety Lead Public Policy and Government Affairs Google Inc menjelaskan misi dari Google adalah mengatur informasi dunia dan membuat informasi agar bisa diakses secara universal dan berguna. Dalam situs google dapat dilihat cara mengakses internet secara aman bagi keluarga di alamat www.google.co.id/intl/id/familysafety/. Strategi keamanan berinternet di dalam keluarga antara lain: mengikutsertakan orang tua dalam pemilihan situs yang aman, mendidik anak-anak tentang bangaimana tetap aman berinternet.
Situs yahoo Indonesia juga memberikan cara berinternet secara aman dapat dilihat di alamat : http://id.safely.yahoo.com/
Yahoo! Safely diluncurkan pada bulan Desember 2010 di 26 Negara dan 14 Bahasa. Konten keamanan : – Sumber global bagi orang tua, pendidik dan remaja mengenai keamanan online, meliputi topik-topik seperti mengatur reputasi digital dan belajar bagaimana mengurangi resiko pada perangkat bergerak, menampilkan konten dari para ahli keamanan anak yang terkenal di dunia. Dari pembicaraan mengenai berinternet dengan aman dan sehat beberapa tips untuk tetap aman saat online antara lain : Berpikirlah sebelum memposting (banggalah atas apa yang anda tulis dan reputasi yang anda bangun secara online), - Ambil tindakan dan laporkan kejahatan yang ada (janganlah menjadi pengamat yang pasif ), - Jika tidak tahu jangan ditujukkan (pastikan anda tahu cara mengatur privasi anda),- Hanya berbincang dengan teman yang anda kenal secara pribadi, - Berbincanglah dengan keluarga. (rg/datin/bhh/ humasristek)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar